Puisi-Bunga Tidur

Tebing yang curam ada dipelupuk mata
Kaki melangkah menerak kubangan ranjau
Bumi yang lagi-lagi berusaha memintal pahit jemawaku riang
Sekecap gula hanya halusinasi belaka melayang-layang mengambang diudara kelam
Tanganku menggapai-gapai ranting pohon tapi tak kunjung bergerak

Rumput-rumput liar tersipu
Mengendus sepatu boat menginjaknya
Lututku bergetar...
Tanpa teriak ulat kecil terbujur kaku
Haruskah aku menggendong induknya yang menangis akan ulahku ?

Huru hara pagi yang kaku
Menyapa sinar bersama bibir yang mengatup akan kesialan menumpuk
Kecupan kopi dari mulut membinar hanya bayang-bayang yang binasa diakhir pekan
Dalam lubuk hati merapal do'a 
Seketika aku sadari tengah bertarung dengan gelap diujung bunga tidur yang lenyap ditarik suara melengking sang ibunda


Agustus, 2020
Ela Nuraeni Fajarwati

Komentar