Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Kembalikan Ke-Indonesia yang Normal (Memperingati HUT-RI Ke-75)

 Ini bukan puisi Apa yang sudah kalian persiapkan untuk menyambut HUT-RI Ke 75 ? kali ini ditahun 2020 yang agaknya suasananya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang tentu saja disambut dengan suka cita dengan beragam lomba tradisonal bahkan lomba-lomba nyeleneh, pawai dimana-mana sambil bersorak gembira, kini tradisi peringatan itu harus ditiadakan ditahun ini. Sambutan yang hangat mungkin saat ini dengan menjaga jarak adalah sambutan yang paling baik, sorakan kita yang tentu saja terhalang masker yang harus selalu melekat menutup lengkungan bahagia menatap merah putih yang masih tetap kokoh menjulang tinggi, berkibar dilangit biru Indonesia. Pandemi covid-19 yang masih merajalela tanpa rindu pulang, beragam aksi dilakukan namun nampaknya enggan lenyap. Titik tumpu kecemasan dan kekhawatiran yang masih dirasakan sesak oleh umat manusia yang ada dimuka bumi Indonesia. Tanah air tempat tumbuh kami dengan susah sedih yang harus melewati ribuan purnama tanpa jeda. Tanah air yang k...

Puisi-Bunga Tidur

Tebing yang curam ada dipelupuk mata Kaki melangkah menerak kubangan ranjau Bumi yang lagi-lagi berusaha memintal pahit jemawaku riang Sekecap gula hanya halusinasi belaka melayang-layang mengambang diudara kelam Tanganku menggapai-gapai ranting pohon tapi tak kunjung bergerak Rumput-rumput liar tersipu Mengendus sepatu boat menginjaknya Lututku bergetar... Tanpa teriak ulat kecil terbujur kaku Haruskah aku menggendong induknya yang menangis akan ulahku ? Huru hara pagi yang kaku Menyapa sinar bersama bibir yang mengatup akan kesialan menumpuk Kecupan kopi dari mulut membinar hanya bayang-bayang yang binasa diakhir pekan Dalam lubuk hati merapal do'a  Seketika aku sadari tengah bertarung dengan gelap diujung bunga tidur yang lenyap ditarik suara melengking sang ibunda Agustus, 2020 Ela Nuraeni Fajarwati

Puisi-Jangan Rindu

" Jangan Rindu" Puisi Karya: Ela Nuraeni Fajarwati Tulisan ini tercipta karena bisik-bisik hujan pertama kali menghempas di Agustus 2020, nyaman dan menenangkan tentu saja. Membuat saya merangkai kata hanya sebatas penghilang kepenatan ditengah pandemi corona yang rupanya belum juga hangus dari bumi.  Untuk yang menyimpan rindu terlalu banyak dan menumpuk pastikan tak ada tanggal kadaluarsa untuk mengakhirinya. Juga tidak perlu menjadi busuk. Biarkan menghilang dengan sendirinya sampai kau mengatakannya Berhasil! dengan yakin. ....... "Jangan Rindu" Berharap itu wajar Membayang itupun hal yang lumrah Tapi ketika sesak berujar pasrah Sakit itu tetap akan ada bekasnya Perluku jangan kau rindu Pintaku jangan juga kau kenang Derap langkah kakiku yang membekas ditelingamu, Kuburlah! Sedalam palung laut tak kenal matahari Meminta saja pada yang agung Aku dan kau yang mungkin terapung diatas rasa sayang Dikuatkan atas segala kesiasatan yang teguh Dikabulkan untuk semua pel...